Selasa, 25 November 2014

Hari Ini


Hari dimana nafasku terhembus ringan,
dimana terdapat jutaan senyum dan tawa,
hari dimana aku melupakan semua yang pernah terjadi
semua yang membuatku sakit
yang membuat air mataku mengalir

Hari ini,
aku ungkapkan betapa tenang hatiku sekarang
Aku tak merasa lelah seperti biasanya
aku merasa,
aku ingin lagi dan lagi,
namun sayang, bagaimanapun aku tetap harus beristirahat

Hari ini,
Keluarga kecilku (sahabat)
barlari, menyusuri alam.
Tertawa bebas layaknya dunia milik kita
Selalu berpendapat seperti tak ada hambatan

Kupejamkan mata selayaknya aku menghayati sebuah irama
ya, irama kehidupan
dimana semua orang berusaha membuatku jatuh
atau membuatku bahagia
Terasa sejuk dan tenang,
Terimakasih untuk waktunya keluarga kecilku.
Aku Sayang pada kalian

Senin, 24 November 2014

Jangan Biarkan Aku Menangis, Tuhan

darah itu terus tercurah
mengalir dalam wadah hajat,
hatiku tersakiti juga sekarang

huh, banyak sekali hal yang terjadi
menembus dinding hati
mengalir bersama air mata
tak henti aku bertanya,
kapankah semua akan berhenti?
namapaknya sudah tak terbendung lagi perasaan ini
aku tak kuasa lagi untuk menahan tangis
tangis yang menguras hati dan tenaga
aku ingin istirahat, namun tak bisa,

aku berdiri bersama jutaan sakit
bersama 1 asa yang tak kunjung ku dapatkan
aku disini bersama derasnya air mata
yang kini sudah tak bisa ditahan
Tuhaaan,
jangan biarkan aku menyerah,
jangan biarkan aku mengeluh
dan selalu mengekuarkan air mata
Tuhan Berkatilah aku :'( :)

Jumat, 21 November 2014

Positif (+)

panas,
aku tak kuasa,
sampai akhirnya air mata itu jatuh lagi,
bersama dengan semua yang tertahan.
Terasa penat di dalam sini

Tuhan..
aku tak bermaksud jahat pada yang lain
entah aku yang seperti selembar kertas
putih nan kosong
sehingga banyak pena datang untuk melukisku
atau justru aku yang pura-pura tak tahu
Salahkah aku, bila harus berbuat murni,

Ya Tuhan..
Tak ada yang mau berkawan duka,
tak ada yang mau menanggung derita,
tak ada yang sanggup bertahan
menjadi murni yang sesungguhnya
saat ini,
selain aku disini
taklah mudah..
dengan beribu daya
tak akan aku ragukan lagi
aku yakin 
Tuhan punya sesuatu yang indah
dibalik semua peristiwa yang kualami
Selamatkan aku tuhan

Kamis, 20 November 2014

MIMPI

Tak nampak sejejakpun dia pergi
tak terciumpun kemana dia berdiri.
sesungguhnya dia masih disini,
masih bersama hangatnya mentari pagi
bersama rembulan si penenang hati
bersama alam yang menyapa sepi

Seperti angin yang tak nampak
seperti hujan yang tak terduga.

Bersama dengan peluh yang menghujan
bersama kata yang terucap

ya, dia masi disini.
masih bersama usaha tiada henti
masih bersama derasnya hujan
masih menunggu kapan asa itu terjadi

Senin, 17 November 2014

Sandiwara

Siapa sih yang tidak lelah
bila harus terus menahan
menahan diri akan semua sakit,
sunggguh aku bngung pada diriku,
ada apa sih denganku?
aku begitu sensitif,
aku menangisi hal yang tak seharusnya kutangisi
Hari ini aku merasa tak berguna,
baik memang,
ketika aku tampil menyanyi dihadapan semua orang.
Tapi taukah?
Senyum, Alay, dan Tawaku
itu semua bagian dari sandiwara yang kubuat untuk menutupi
batapa rapuhnya hatiku.
Namun apa daya aku tak kuasa,
ketika piano itu kumainkan.
hatiku ikut mengalir bersama melodi yang mengalun
air matapun berjatuhan ,
sampai - sampai aku harus mengeluarkan isak,
yang membuat teman-temanku simpati terhadapku
Namun lagi-lagi aku menutupinya,
dengan senyum aku berkata tak apa.
Sampai kapan aku begini.
Hidup dalam sandiwara

Minggu, 16 November 2014

Keyakinanku


Hidup itu seperti irama,
ia mengalun dan terus mengalir
Jika irama itu indah,
maka irama itu mampu membuat semua orang
terhanyut akan melodinya
Jika irama itu buruk,
maka irama itu melemahkan keadaan,

Waktu Terus bergulir
seperti yang aku rasakan sekarang
Penuh dengan halang rintang.
Terkadang,
aku bahkan tak mengerti apa yang sedang ku jalani ini
Bagiku semua asa yang kupegang kini
aku yakin akan kurengkuh
walau harus berjatuhan peluh
walau harus merasakan sakit yang tak berdarah
aku akan berjalan