Senin, 17 November 2014

Sandiwara

Siapa sih yang tidak lelah
bila harus terus menahan
menahan diri akan semua sakit,
sunggguh aku bngung pada diriku,
ada apa sih denganku?
aku begitu sensitif,
aku menangisi hal yang tak seharusnya kutangisi
Hari ini aku merasa tak berguna,
baik memang,
ketika aku tampil menyanyi dihadapan semua orang.
Tapi taukah?
Senyum, Alay, dan Tawaku
itu semua bagian dari sandiwara yang kubuat untuk menutupi
batapa rapuhnya hatiku.
Namun apa daya aku tak kuasa,
ketika piano itu kumainkan.
hatiku ikut mengalir bersama melodi yang mengalun
air matapun berjatuhan ,
sampai - sampai aku harus mengeluarkan isak,
yang membuat teman-temanku simpati terhadapku
Namun lagi-lagi aku menutupinya,
dengan senyum aku berkata tak apa.
Sampai kapan aku begini.
Hidup dalam sandiwara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar